Jika Anda memahami dan mempelajari Culture Shock yang akan terjadi di Vietnam, maka perjalanan liburan Anda disana akan menyenangkan. Begitupun sebaliknya hal yang akan terjadi.
Vietnam, negara dengan keindahan alam yang menakjubkan dan warisan budaya yang kaya. Kini telah menjadi destinasi wisata yang semakin populer dalam beberapa tahun terakhir. Dari Saigon yang sibuk hingga pesona Ha Long Bay yang menawan, Vietnam menawarkan pengalaman liburan yang tidak terlupakan. Namun, bagi wisatawan yang pertama kali berkunjung, budaya Vietnam bisa memberikan kejutan yang tak terduga. Artikel ini akan membahas sembilan perbedaan budaya yang dapat menimbulkan “culture shock” saat liburan di Vietnam, serta bagaimana cara menghadapinya dengan bijak.
1. Kebiasaan Berkendara yang Menggugah Adrenalin
Salah satu aspek yang paling mencolok saat pertama kali mengunjungi Vietnam adalah lalu lintas yang tampaknya tidak teratur. Motor dan sepeda motor mendominasi jalan, dan pengemudi seringkali tidak terlalu mempedulikan rambu lalu lintas atau aturan berkendara. Di kota-kota besar seperti Hanoi dan Ho Chi Minh City, Anda akan melihat ribuan motor melintas dengan kecepatan tinggi, kadang berbelok tanpa memberi tanda, dan bahkan terkadang berjalan melawan arus.
Bagi wisatawan, ini bisa sangat mengejutkan dan membuat tegang, terutama bagi mereka yang berasal dari negara dengan aturan lalu lintas yang lebih ketat. Namun, satu hal yang perlu diingat adalah bahwa pengendara di Vietnam cenderung bergerak dengan cara yang sangat terampil dan sering kali berkoordinasi dengan pengemudi lainnya secara tidak terlihat. Untuk menyeberang jalan, Anda harus berjalan perlahan dan percaya bahwa pengemudi akan menghindari Anda.

2. Sistem Penghormatan terhadap Orang Tua dan yang Lebih Tua
Vietnam, seperti banyak negara Asia lainnya, memiliki sistem hierarki sosial yang sangat menghargai rasa hormat kepada orang tua atau mereka yang lebih tua. Hal ini sangat terlihat dalam cara berbicara dan berinteraksi. Penggunaan bahasa yang sopan dan hormat kepada orang yang lebih tua adalah hal yang sangat penting di Vietnam. Misalnya, saat berbicara dengan seseorang yang lebih tua atau memiliki posisi lebih tinggi, Anda diharapkan untuk menggunakan bahasa yang lebih formal.
Di Vietnam, ini juga tercermin dalam kebiasaan sehari-hari. Orang Vietnam biasanya lebih mendengarkan dan menghargai pendapat orang yang lebih tua. Bagi wisatawan, ini bisa menjadi kejutan budaya, terutama bagi mereka yang berasal dari negara di mana hubungan antar generasi lebih egaliter atau lebih informal.
3. Budaya Makan Bersama dan Keberagaman Makanan Jalanan
Makanan adalah bagian integral dari budaya Vietnam, dan budaya makan di sini sangat berfokus pada kebersamaan. Anda akan menemukan banyak hidangan yang disajikan di meja untuk dinikmati bersama, seperti pho (sup mie), goi cuon (spring roll), atau banh mi (sandwich Vietnam). Makan bersama merupakan kegiatan sosial yang penting dalam kehidupan sehari-hari, dan biasanya orang Vietnam akan berbagi makanan satu sama lain.
Namun, salah satu kejutan budaya terbesar bagi wisatawan mungkin adalah kebiasaan makan di tempat-tempat makan pinggir jalan. Di Vietnam, banyak warung atau kedai makanan yang hanya memiliki beberapa meja kecil dan terletak di trotoar atau pinggir jalan. Anda akan sering melihat orang makan sambil duduk di kursi kecil yang sering kali tidak nyaman. Bagi wisatawan, ini bisa terasa asing, terutama jika mereka terbiasa makan di restoran formal atau modern.
Selain itu, hidangan jalanan yang tersedia bisa sangat beragam dan tidak selalu terlihat seperti apa yang mungkin Anda harapkan. Terkadang, bahan makanan yang digunakan juga bisa cukup unik dan berbeda, seperti jeroan atau makanan laut yang belum familiar bagi banyak orang asing. Namun, jangan ragu untuk mencoba, karena makanan Vietnam adalah salah satu yang paling lezat dan penuh rasa di dunia.

4. Penggunaan Bahasa Vietnam yang Terlalu Berbeda
Bagi banyak wisatawan, bahasa Vietnam bisa menjadi salah satu tantangan terbesar saat berlibur di negara ini. Bahasa Vietnam adalah bahasa tonal, yang berarti bahwa pengucapan kata-kata yang sama bisa berbeda maknanya tergantung pada nada suara. Ini bisa sangat membingungkan bagi wisatawan yang tidak terbiasa dengan bahasa tonal.
Selain itu, banyak orang Vietnam yang tidak fasih berbahasa Inggris, terutama di daerah pedesaan atau kota-kota kecil. Di kota besar seperti Hanoi dan Ho Chi Minh City, bahasa Inggris lebih umum digunakan, tetapi bahkan di sana, Anda mungkin akan kesulitan berkomunikasi jika tidak memiliki pengetahuan dasar tentang bahasa Vietnam. Mengetahui beberapa frasa dasar dalam bahasa Vietnam seperti “xin chào” (halo) atau “cảm ơn” (terima kasih) bisa sangat membantu dalam mempermudah interaksi dengan penduduk setempat.
5. Kebiasaan Menghormati Agama dan Tempat Ibadah
Vietnam adalah negara dengan mayoritas penduduk beragama Buddha, dan Anda akan sering melihat tempat-tempat ibadah seperti pagoda atau kuil yang tersebar di seluruh negeri. Salah satu kejutan budaya yang bisa terjadi adalah saat mengunjungi tempat-tempat ibadah ini, Anda diharapkan untuk berpakaian sopan, berbicara pelan, dan menunjukkan rasa hormat yang tinggi.
Meskipun mayoritas penduduknya beragama Buddha, Vietnam juga memiliki keberagaman agama, termasuk Kristen dan agama-agama tradisional. Terkadang, wisatawan mungkin tidak terbiasa dengan tingkat pengaruh agama dalam kehidupan sehari-hari, terutama saat berkunjung ke tempat-tempat ibadah yang masih sangat dihormati oleh masyarakat.
6. Sikap terhadap Waktu dan Kehidupan Sehari-hari yang Lebih Santai
Meskipun Vietnam telah mengalami banyak perkembangan ekonomi dalam beberapa dekade terakhir, budaya Vietnam cenderung lebih santai dalam hal pengelolaan waktu. Meskipun banyak bisnis yang beroperasi dengan efisien, ada kalanya Anda akan merasakan ketidaktepatan waktu yang lebih besar di luar kota besar.
Pekerja di Vietnam sering kali lebih fleksibel dalam urusan waktu, dan pada beberapa kesempatan, kegiatan atau janji bisa terlambat atau berubah tanpa pemberitahuan sebelumnya. Ini mungkin sedikit mengejutkan bagi wisatawan dari negara-negara dengan budaya yang lebih teratur dan ketat dalam hal ketepatan waktu.
7. Kebiasaan Merokok yang Sangat Umum di Tempat Umum
Di Vietnam, merokok di tempat umum masih merupakan kebiasaan yang cukup umum, meskipun ada beberapa upaya untuk mengurangi kebiasaan ini. Di banyak tempat, Anda akan melihat orang-orang merokok di restoran, kafe, bahkan di tempat-tempat terbuka seperti taman atau jalan-jalan. Bagi wisatawan dari negara-negara dengan peraturan ketat tentang merokok di tempat umum, hal ini bisa menjadi kejutan.
Namun, perlu dicatat bahwa ini adalah kebiasaan yang sangat umum di Vietnam, dan meskipun ada beberapa area bebas rokok, wisatawan diharapkan untuk menyesuaikan diri dengan kebiasaan ini selama berkunjung ke negara tersebut.
8. Sikap terhadap Fotografi dan Privasi
Di Vietnam, budaya mengenai privasi bisa sedikit berbeda dibandingkan dengan negara-negara Barat. Banyak orang Vietnam merasa nyaman berfoto atau difoto di tempat umum, namun ada kalanya mereka merasa tidak nyaman jika difoto tanpa izin, terutama di pedesaan atau di daerah yang lebih konservatif.
Saat berada di pasar atau di daerah yang lebih tradisional, penting untuk meminta izin terlebih dahulu jika ingin memotret orang lokal. Terutama jika mereka terlihat tidak ingin difoto. Memahami pentingnya privasi bagi sebagian orang Vietnam akan membantu Anda menghindari ketegangan atau perasaan tidak nyaman.
9. Perbedaan Pengelolaan Sampah dan Kebersihan
Culture Shock di Vietnam yang terakhir adalah masalah pengelolaan sampah. Bagi wisatawan yang datang dari negara-negara dengan sistem pengelolaan sampah yang sangat maju. Salah satu kejutan budaya yang bisa terjadi adalah pengelolaan sampah di Vietnam. Di beberapa daerah, terutama di pedesaan, sistem pengelolaan sampah mungkin tidak seefisien di negara-negara maju. Sampah sering kali dibuang sembarangan, dan kesadaran masyarakat tentang kebersihan mungkin berbeda. Jika dibandingkan dengan apa yang biasa ditemui di negara-negara Barat.
Namun, di kota-kota besar seperti Hanoi dan Ho Chi Minh City, pemerintah lokal dan masyarakat semakin memperhatikan kebersihan dan pengelolaan sampah. Beberapa tempat wisata bahkan sudah menerapkan sistem daur ulang dan pengurangan sampah.
Baca juga: Culture Shock Liburan di Korea

Pahami dulu culture shock nya sebelum liburan di Vietnam
Liburan di Vietnam adalah pengalaman yang penuh warna dan penuh kejutan budaya. Dari kebiasaan berkendara yang tampaknya kacau hingga budaya makan yang sangat sosial. Vietnam menawarkan pandangan yang sangat berbeda dari yang biasa ditemukan di negara-negara lain. Dengan memahami dan menghargai perbedaan budaya ini, wisatawan dapat menikmati pengalaman liburan yang lebih menyenangkan. Serta mendalam di negara yang kaya akan tradisi dan keindahan ini.
Paket Tour Vietnam 2025
Kami menyediakan paket tour Vietnam 2025 dengan berbagai pilihan harga dan fasilitas. Mulai dari 5 hari hingga 12 hari perjalanan liburan. Paket tour Vietnam yang kami tawarkan sudah termasuk tiket pesawat berserta akomodasi. Berikut ini pilihannya:
Paket tour Vietnam Fansipan Mountain 6D + Cruise
Paket Wisata Vietnam Complete 7D
Hubungi Kami
Untuk informasi lengkap paket tour Vietnam bisa menghubungi marketing kami melalui nomor:
021-5575 5974
0811-999-0407




